Monday, January 16, 2017

Identifikasi Penetapan Kadar Dan Ekstraksi Flavonoid



Identifikasi Penetapan Kadar Dan Ekstraksi Flavonoid flavonoid adalah identifikasi flavonoid penetapan kadar flavonoid ekstraksi flavonoid sumber-sumber flavonoid flavonol  flavanoid  vitamin  flavonoid structure  bioflavonoids  flavonoids foods  flavonoids supplements  flavonol  flavonoids sources  flavonoids benefits  flavonoids health benefits  lipoflavonoid  cocoa flavonoids  chocolate flavonoids  flavonoid rich foods  flavonoids in food  flavonoids chocolate  marietidsel  bioflavonoids foods  bioflavonoids supplements  vitamin c flavonoids  citrus flavonoids  flavonoids in tea  flavonoid quercetin  flavonoids in chocolate  what foods have flavonoids  flavanoid  dietary flavonoids  flavanol antioxidants  best flavonoids supplements  flavonoids antioxidants  quercetin flavonoid  foods with flavonoids  kegunaan flavonoid
Apotekers.com Flavonoid merupakan senyawa polar karena adanya sejumlah gu
gus hidroksil bebas, sehingga dapat larut dalam pelarut polar seperti metanol, etanol, butanol dan air.Adanya gula yang terikat pada flavonoid menyebabkan flavonoid lebih mudah larut dalam air, aglikon yang kurang polar seperti flavon yang termetoksilasi cenderung lebih mudah larut dalam pelarut dan kloroform.

Friday, January 13, 2017

Identifikasi Isolasi Minyak Atsiri

Identifikasi Isolasi Minyak Atsiri  Apa itu minyak atsiri minyak atsiri adalah minyak atsiri  kegunaan minyak atsiri identifikasi minyak atsiri penetapan kadar minyak atsiri isolasi minyak atsiri harga minyak nilam  peluang usaha  minyak cengkeh  bbm  minyak bulus  minyak lintah  harga minyak atsiri  harga minyak goreng  minyak kemiri  minyak sereh  minyak goreng  jual minyak atsiri  jual minyak nilam  minyak ikan  minyak zaitun  aromaterapi  harga minyak nilam terbaru  minyak kelapa murni  harga minyak cengkeh  minyak wangi  pemasaran minyak nilam  tanaman nilam  bisnis minyak atsiri  jual minyak sereh  jual minyak cengkeh  minyak nilam  harga minyak sereh  bisnis nilam  minyak esensial  budidaya nilam

Apotekers.com Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman.Minyak ini minyak esensial.Istilah esensial dipakai karena minyak atsiri mewakili bau dari tanaman asalnya.Dalam keadaan segar dan murni tanpa pencemar , minyak atsiri umunya tidak berwarna. Namun, pada penyimpanan lama minyak atsiri dapat teroksidasi dan membentuk resin serta warnanya berubah menjadi lebih tua (gelap).Untuk mencegah supaya tidak berubah warna, minyak atsiri harus terlindungi dari pengaruh cahaya, misalnya disimpan dalam bejana gelas yang berwarna gelap.

Wednesday, January 11, 2017

Pengertian Dan Struktur Kulit

Pengertian Dan Struktur Kulit Kulit adalah kulit merupakan lapisan dari kulit struktur kulit bagian bagian kulit  anatomi kulit  lapisan kulit  kesehatan kulit  struktur kulit manusia  perawatan wajah  jaket kulit garut  jaket kulit  bagian kulit  memutihkan kulit  mengencangkan kulit wajah  cara diet  perawatan kulit wajah  kecantikan kulit  kulit kering  jerawat  kulit manusia  cara hidup sehat  memutihkan kulit wajah  alergi kulit  garcia kulit manggis  cara memutihkan kulit  lapisan kulit manusia  lapisan kulit bumi  merawat kulit wajah  bleaching kulit  tips merawat kulit wajah  kulit putih alami  batu ginjal  memutihkan kulit tubuh  cara memutihkan wajah  cara memutihkan kulit  memutihkan wajah  cara memutihkan kulit secara alami  memutihkan kulit  perawatan wajah  pemutih wajah  cara memutihkan badan  pemutih kulit  pemutih wajah alami  tips memutihkan wajah  cara memutihkan kulit wajah  cara memutihkan wajah dengan cepat  cara mencerahkan wajah  cara alami memutihkan kulit  perawatan kulit  cara memutihkan muka  cara memutihkan kulit dengan cepat  kesehatan kulit  tips memutihkan kulit  cara memutihkan kulit tubuh  memutihkan wajah secara alami  pemutih badan alami  cara alami memutihkan wajah  cara untuk memutihkan kulit  cara memutihkan tubuh  cara mencerahkan kulit wajah  memutihkan kulit secara alami  merawat wajah  cara memutihkan wajah secara alami

Apotekers.com Kulit merupakan selimut yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapiasan tanduk, secara terus-menerus (keratinasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat, dan pembentukan pigmen melainkan untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet matahari, sebagai peraba dan perasa, serta pertahanan terhadap tekanan dan infeksi dari luar.

Tuesday, January 10, 2017

UJI EFEK LAKSATIF EKSTRAK ETANOL DAUN JATI CINA (cassia senna L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN

UJI EFEK LAKSATIF EKSTRAK ETANOL DAUN JATI CINA (cassia senna L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Jurnal UJI EFEK LAKSATIF EKSTRAK ETANOL DAUN JATI CINA (cassia senna L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Jurnal Efek Laksatif Ektrak Etanol Ekstrak Etanol  STIFI PERINTIS PADANG

UJI EFEK LAKSATIF EKSTRAK ETANOL DAUN JATI CINA (cassia senna L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN

Adek Sianggian, Husni Mukhtar, Putri Ramadheni
Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang

ABSTRACT
The research has been done on the test a laxative effect of ethanol extract of dried leaves daun jati cina (Cassia senna L) to the white male mice. This research was done experimentally by using 5 groups, each group consisted of 3 mice the negative control group, the comparator (Bisakodil) and the third group treated with a dose of 200 mg / KgBW, 400 mg / KgBW, 800 mgKgBB. In this study used two methods, namely the pattern of defecation and intestinal transit. Based on the research that has been observed showed that extracts of leaves of jati cina can affect intestinal transit, defecation frequency and stool weight of mice was significantly compared to the control (-) expressed with p<0,05. As for the parameters of stool consistency seen an increase in line with increasing dose. So from these statistical test can be concluded that the ethanol extract of dried leaves of teh jati cina (Cassia senna L) has activity as a laxative where the most effective results are shown at a dose of 200 mg/kgBB.

Keywords: Cassia senna L , sennoside, intestinal transit, laxative


PENDAHULUAN

Kata constipation atau konstipasi berasal dari bahasa Latin constipare yang mempunyai arti ‘bergerombol bersama’, yaitu suatu istilah yang berarti menyusun ke dalam menjadi bentuk padat. Baru pada abad 16 istilah konstipasi digunakan pada keadaan ditemukan sejumlah tinja terakumulasi di dalam kolon yang berdilatasi.

Konstipasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kurang makanan yang mengandung serat, kurang minum air atau karena ketegangan saraf atau strees, tetapi dapat juga disebabkan efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi. Menurut penggolongan secara farmakologi laksansia berfungsi sebagai zat yang langsung  merangsang gerakan peristaltik dinding usus, memperbesar isi usus misalnya sayur-sayuran berserat, dan sebagai zat pelicin juga merangsang menimbulkan reflek defikasi di poros usus. Tujuannya adalah untuk menjaga agar tinja (feces) tidak mengeras dan
defikasi menjadi normal (Sundari, 2010).

Berdasarkan National Health Interview, prevalensi konstipasi di Amerika Serikat berkisar antara 2-20%. Di Cina, survei yang dilakukan pada orang berusia kurang dari 60 tahun di beberapa kota menunjukkan kejadian konstipasi kronis sebesar 15-20%. Di Beijing dilakukan studi acak pada orang dewasa usia 18-70 tahun dan ditemukan 6,07% persennya menderita konstipasi. Konstipasi dapat terjadi pada segala usia, dari bayi sampai lansia. Berdasarkan International Database US Census Bureau pada tahun 2003 prevalensi konstipasi di Indonesia sebesar 3.857.327 jiwa. Angka kejadian konstipasi di dunia maupun di indonesia cukup tinggi namun masih sebagian besar penderita biasanya hanya melakukan pengobatan sendiri. Farmasis dapat menyarankan obat-obatan Over The Counter (OTC) guna perbaikan keluhan pasien.

Mengingat tingginya prevalensi konstipasi, maka perlu dilakukan penelitian tentang obat tradisional yang hasilnya dapat digunakan dalam penanganan konstipasi. Indonesia sendiri adalah negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah, terutama keanekaragaman tumbuhannya. Banyak spesies tanaman berpotensi sebagai obat tradisional yang hingga saat ini belum diteliti khasiat dan kegunaannya secara mendalam dan telah digunakan oleh masyarakat Indonesia secara turun-temurun (Depkes,  RI., 2000).

Salah satu tumbuhan yang sering digunakan masyarakat untuk pengobatan konstipasi  adalah Cassia senna L atau yang lebih dikenal juga dengan jati cina yaitu tanaman obat yang sangat  berharga pada pengobatan Ayurveda dan system pengobatan modern untuk pengobatan konstipasi  (Atal and Kapoor, 1982; Das et al., 2003; Martindale,1977;Sharma,2004). Daun jati cina digunakan secara tradisional sebagai pelangsing, menurunkan kolesterol, sembelit, laksatif, anti inflamasi, pembersihan usus (Agarwal &Bajpai, 2010).

Berdasarkan hal  tersebutlah maka penulis ingin meneliti lebih lanjut mengenai efek laksatif dari pemberian ekstrak etanol daun kering jati cina (cassia senna L) terhadap mencit  putih jantan.

METODE PENELITIAN

Alat dan Bahan

Alat
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah: Botol maserasi, alat pengaduk, rotary evaporator, timbangan digital, timbangan hewan, gelas ukur, jarum oral, vial, pipet, jam, alat ukur panjang, mortir, stamfer, seperangkat alat bedah, meja bedah hewan, wadah tempat hewan, erlemeyer, beaker glass, kertas saring dan spatel.

Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah: Daun jati cina kering yang beredar dipasaran yang di produksi oleh PT.L.A.M. Tangerang, Indonesia dan didistribusikan oleh Dunia Herbal 88 Jakarta, Indonesia / Dep.Kes.P.IRT No. 610367102003 / LP.POM No. 17120007160612/ ED . Desember 2020.
Etanol 70%, Aquadest, NaCMC, Mg dan HCl(p), FeCl3, kloroform, H2SO4 (p), asam asetat anhidrat, kloroform asetat, kloroform amoniak 0,05 N, H2SO4 2N, asam asetat, bisakodil (dulcolax®), Norit.

Pengambilan Sampel
Sampel yang digunakan berupa daun kering jati cina  yang beredar dipasaran  berasal dari tanaman jati cina (cassia senna L) yang didapat dari pedagang obat tradisional PT.L.A.M. Tangerang, Indonesia dan didistribusikan oleh Dunia Herbal 88 Jakarta, Indonesia / Dep.Kes.P.IRT No. 610367102003 / LP.POM No. 17120007160612/ ED . Desember 2020.

Pembuatan Ekstrak
Ekstraksi  sampel dilakukan dengan metoda maserasi (perendaman). Daun jati cina kering ditimbang sebanyak 1 kg. Kemudian dimasukkan kedalam botol berwarna gelap, direndam dengan etanol 70% selama 5 hari dan disimpan ditempat gelap sambil sesekali diaduk. Maserat diaduk setiap hari. Setelah 5 hari perendaman, disaring dan ampasnya direndam kembali. Penyaringan ini dilakukan sebanyak tiga kali. Filtrat etanol yang didapat dari hasil ketiga perendaman di atas didestilasi vakum untuk menguapkan pelarut kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator sampai diperoleh ekstrak kental, kemudian ditimbang (Departemen Kesehatan, 2000).

Pemeriksaan Organoleptis
Pengamatan dilakukan secara visual dengan mengamati bentuk, warna dan bau.

Penentuan Susut Pengeringan (Depkes RI, 1995)
Ekstrak ditimbang sebanyak 1 gram dan krus porselen yang telah ditara, dikeringkan didalam oven suhu 100°C-105°C selama 30 menit. Ekstrak dimasukkan ke dalam krus tersebut dan ditimbang kembali kemudian perlahan-lahan krus digoyang agar ekstrak merata. Krus dimasukkan ke dalam oven dengan tutup krus yang dibuka dan tutup dibiarkan berada didalam oven. Dipanaskan  selama 1 jam pada suhu 100°C-105°C. Setelah itu dikeluarkan dan didinginkan di dalam desikator lalu timbang. Lakukan pengulangan seperti cara yang sama dengan diatas sampai diperoleh berat yang konstan.

Rumus:
% susut pengeringan= ((B-A)- (C-A))/((B-A))   X 100 %
Keterangan:
A = Berat krus kosong
B = Berat krus + sampel sebelum dikeringkan
C = Berat krus + sampel setelah dikeringkan

Penentuan Kadar Abu (Depkes RI, 1995)

Ekstrak ditimbang sebanyak 2 gram. Masukkan ke dalam krus porselen yang telah dipijar, kemudian pijar kembali perlahan-lahan hingga warna asap putih hilang, dinginkan dalam desikator, masukkan ke dalam furnes suhu 600°C selama 5 jam. Kemudian didinginkan dalam desikator dan ditimbang kembali, kemudian persentase kadar abu dihitung.
Rumus:
% kadar abu= ((C-A))/((B-A))   X 100 %
Keterangan:
A = Berat krus kosong
B = Berat krus + sampel sebelum dipijar
C = Berat krus + sampel setelah dipijar

Pemeriksaan Pendahuluan Kandungan Kimia
Ekstrak kental daun jati cina  (cassia senna L) dimasukkan ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 5 ml aquadest dan 5 ml kloroform asetat kemudian dikocok, dibiarkan sampai terbentuk 2 lapisan air dan kloroform.

Uji Flavonoid (Metode “Sianidin Test”)
Ambil lapisan air 1-2 tetes, teteskan pada plat tetes lalu tambahkan serbuk Mg dan HCl (p), terbentuknya warna merah menandakan adanya flavonoid (Harborne, 1987).

Uji Fenolik
Ambil lapisan air 1-2 tetes, teteskan pada plat tetes lalu tambahkan pereaksi FeCl3, terbentuknya warna biru menandakan adanya kandungan fenolik (Harborne, 1987).

Uji Saponin
Ambil lapisan air, kocok kuat-kuat dalam tabung reaksi, terbentuknya busa yang permanen (± 15 menit) menunjukkan adanya saponin (Harborne, 1987).

Uji Terpenoid dan Steroid (Metode “Simes”)
Ambil sedikit lapisan kloroform tambahkan norit kemudian di filtrasi, hasil dari filtrasi tambahkan H2SO4 (p),   tambahkan asam asetat anhidrat, terbentuknya warna biru ungu menandakan adanya steroid, sedangkan bila terbentuk warna merah menunjukkan adanya terpenoid (Harborne, 1987).
Uji Alkaloid (Metode “Culvenore-Fristgerald”)
Ambil sedikit lapisan kloroform tambahkan 10 ml kloroform amoniak 0,05 N, aduk perlahan tambahkan beberapa tetes H2SO4 2N kemudian dikocok perlahan, biarkan memisah. Lapisan asam ditambahkan beberapa tetes pereaksi mayer, reaksi positif alkaloid ditandai dengan adanya kabut putih hingga gumpalan putih (Harborne, 1987).

Persiapan Hewan Percobaan
Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit putih jantan yang berumur ± 2 bulan dengan berat badan antara 20-30 gram, dikelompokkan secara random menjadi 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Mencit diaklimatisasi selama seminggu dengan lingkungan percobaan. Mencit yang digunakan adalah mencit yang sehat dan tidak menunjukan penurunan berat badan berarti (deviasi maksimal 10%) serta secara visual menunjukan prilaku yang normal.

Penggunaan Dosis
Pemakaian empiris daun jati cina kering yaitu : 2 sendok teh daun kering jati cina.
Berat 2 sendok teh daun kering jati cina = 1,6 gram
Hasil Konversi ke Mencit   = 1,6 gram x 0,0026
   = 0,00416 g/ 20gBB
   = 0,208 g/kgBB
   = 208 mg/kgBB
   = 200 mg/kgBB (Hasil Pembulatan)

Dosis yang digunakan terdiri atas 3 variasi dosis yaitu:
200 mg/kgBB
400 mg/kgBB
800 mg/kgBB

Perhitungan Dosis:
Dosis Bisakodil
Bisakodil yang digunakan sebagai pembanding berdasarkan penggunaan pada manusia adalah 10 mg sekali pakai untuk dewasa kemudian dikonversikan ke mencit dengan berat 20 gram: 0,0026 x 10 mg = 0,026 mg/20 gBB.

Pembuatan Sediaan Uji
Pembuatan Larutan Uji
Sediaan uji dibuat dengan cara disuspensikan ekstrak etanol daun kering jati cina dengan Na CMC 0.5 %. Caranya Na CMC ditimbang sebanyak 50 mg dikembangkan dengan air panas 20 x berat Na CMC dan digerus homogen. Kemudian dimasukkan ekstrak etanol daun kering jati cina yang telah ditimbang sesuai dengan konsentrasi yang dibuat, kemudian dicukupkan volume larutan dengan aquadest 10 ml.

Pembuatan Suspensi Norit
Dengan mensuspensikan 5% norit dalam 0,5% Na CMC dengan cara: norit ditimbang sebanyak 500 mg dan Na CMC 50 mg kemudian norit disuspensikan ke dalam NaCMC yang telah dikembangkan dengan air panas dan kemudian diencerkan dengan air sampai volume 10 ml.

Pembuatan Larutan Pembanding Bisakodil
Tablet dulcolax® mengandung 10 mg bisakodil digerus hingga menjadi serbuk. Serbuk disuspensikan dengan Na CMC 0,5% yang telah dikembangkan, digerus sampai homogen dan dicukupkan dengan air sampai volume 10 ml.

Uji Efek Laksatif
Metoda pola defekasi
Mencit yang digunakan memiliki karakterisasi feses normal. Satu jam sebelum percobaan mencit dipuasakan. Mencit dikelompokkan menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 ekor:
Kelompok I : Hewan diberi NaCMC sebagai kontrol
Kelompok II    : Hewan diberi ekstrak dosis 200mg/kg BB
Kelompok III : Hewan diberi ekstrak dosis 400mg/kg BB
Kelompok IV : Hewan diberi ekstrak dosis 800mg/kg BB
Kelompok V : Hewan diberi suspensi pembanding dulcolax®
Semua hewan diberi perlakuaan sesuai kelompoknya masing-masing dan rute pemberian secara peroral. Pengamatan dilakukan selama 6 jam dengan interval 60 menit. Parameter yang diamati meliputi karakteristik feses yaitu:

Frekuensi defekasi
Semua hewan diberi perlakuaan sesuai kelompoknya masing-masing dan rute pemberian secara peroral. kemudia dilakukan pengamatan dengan melihat berapa sering mencit BAB setiap interval waktu 60 menit selama 6 jam.

Konsistensi 
Dengan melihat diameter rembesan feses pada kertas saring. Pengamatan dilakukan sejak mencit diberi ekstrak kering daun jati cina hingga mencit BAB, penilaian konsistensi feses dibagi menjadi (Dini paramita et al 2010) :

0 : tidak BAB
1 : feses keras (K) dengan   diameter kertas saring ˂ 0,5 cm
2 : feses lembek (L) dengan diameter kertas saring 0,5-1 cm
3 : feses lembek cair (LC) dengan diameter kertas saring ˃ 1 cm

Feses normal pada mencit adalah berwarna coklat gelap, berbentuk seperti beras dank eras. Berat feses rata-rata mencit per hari adalah 1,0-1,5 g (Inglis, 1980).

Berat feses 
Semua hewan diberi perlakuaan sesuai kelompoknya masing-masing dan rute pemberian secara peroral. feses yang keluar dalam interval waktu yang telah ditentukan yaitu setiap 60 menit selama 6 jam  akan ditampung dengan kertas saring kosong ,kemudian feses nya ditimbang.

Metoda Transit Intestinal
Mencit diistirahatkan selama 2 minggu. Setelah itu baru dilakukan pengujian metoda transit intestinal. Mencit dikelompokkan menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 ekor:
Kelompok I : Hewan diberi NaCMC sebagai kontrol (-)
Kelompok II : Hewan diberi ekstrak dosis 200 mg/kg BB
Kelompok III : Hewan diberi ekstrak dosis 400 mg/kg BB
Kelomok   IV      : Hewan diberi ekstrak dosis 800 mg/kg BB
Kelompok V : Hewan diberi suspensi pembanding dulcolax®
Setiap hewan percobaan diberikan secara peroral ekstrak daun kering jati cina sesuai dengan dosis yang direncanakan pada masing-masing kelompok diatas dengan volume pemberian 1% BB. Setelah 45 menit, hewan diberikan secara per oral suspensi norit dengan volume 1% BB. Setelah 20 menit kemudian hewan dikorbankan secara dislokasi leher. Usus hewan percobaan dikeluarkan secara hati-hati tanpa peregangan, kemudian dipaparkan pada meja bedah. Panjang usus yang dilalui norit mulai dari pilorus sampai ujung akhir warna hitam diukur, demikian juga dengan panjang usus keseluruhan mulai dari pilorus sampai ke spinter iliosekalis.
Berikutnya ratio antara panjang usus yang dilalui norit dengan panjang seluruh usus untuk masing-masing mencit dihitung.

Rumus:

Rasio lintasan norit  = (jarak usus yang ditempuh norit)/(panjang usus keseluruhan)  X 100%


Pengolahan Data

Data yang diperoleh kemudian diolah secara ANOVA satu arah untuk metoda lintasan norit. Sedangkan untuk metoda pola defekasi diolah secara ANOVA dua arah. Uji lanjut digunakan Uji Lanjut Berjarak Duncan (Duncan New Multiple Range Test), menggunakan software statistic SPSS 16.0 for Windows Evaluation.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Hasil maserasi 1 kg daun jati cina (Cassia senna L) didapatkan ekstrak kental sebanyak 207,22 g dengan rendemen sebesar 20,722 %.
Hasil pemeriksaan organoleptis ekstrak etanol daun jati cina berbentuk cairan kental, berwarna hijau kehitaman, dan berbau khas.
Hasil pemeriksaan susut pengeringan ekstrak kental 8,70 % , dan hasil pemeriksaan kadar abu 6,031 % (Lampiran 6. Tabel 6).
Hasil pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia ekstrak etanol daun jati cina mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, saponin dan steroid (Lampiran 6. Tabel 3 & 4).
Hasil uji efek laksatif ekstrak etanol daun jati cina dengan metoda pola defekasi didapatkan rata-rata sebagai berikut:
Pada pengamatan frekuensi defekasi selama 6 jam adalah kontrol sebanyak 6,66 kali, dosis 200 mg/KgBB sebanyak 11,33 kali, dosis 400 mg/KgBB sebanyak 15,33 kali, dosis 800 mg/KgBB sebanyak 18 kali, dan pembanding sebanyak 13,66 kali (Lampiran 11).
Pada pengamatan konsistensi feses selama 6 jam mendapatkan skor:  kontrol 1, dosis 200 mg/KgBB 1,2, dosis 400 mg/KgBB 1,46 , dosis 800 mg/KgBB 2,43 , dan pembanding 2,06 (Lampiran 11).
Pada pengamatan berat feses selama 6 jam, untuk kontrol beratnya 0,0253 g, dosis 200 mg/KgBB beratnya 0,0345 g, dosis 400 mg/KgBB beratnya 0,0461 g, dosis 800 mg/KgBB beratnya 0,0742 g, dan pembanding beratnya 0,0579 g (Lampiran 11).
Hasil uji efek laksatif ekstrak etanol daun jati cina dengan metoda transit intestinal didapatkan persentase lintasan  norit rata-rata pada kontrol negatif  69,9 %, dosis 200 mg/KgBB 79.16 %, dosis 400 mg/KgBB 80.85%, dosis 800 mg/KgBB 89,48 %, dan pembanding 83,80 % (Lampiran 12).

Pembahasan
Ekstrak etanol daun jati cina diperoleh dengan melakukan ekstraksi sampel yang dilakukan dengan metoda maserasi. Metoda ini dipilih karena pengerjaan lebih mudah, tidak memerlukan perlakuan khusus dan tidak ada pemanasan sehingga kerusakan zat-zat akibat suhu tinggi dapat dihindari (Djamal,1990).

Ekstraksi sampel dilakukan dengan menggunakan metoda maserasi. Maserasi adalah proses merendam sampel dalam pelarut yang sesuai dalam wadah tertentu. Hal ini dilakukan karena cara ini lebih sederhana, tidak memerlukan peralatan khusus dan tidak memerlukan pemanasan sehingga dapat mengatasi kemungkinan adanya senyawa yang terurai atau menguap akibat pemanasan. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi adalah etanol 70 % karena pelarut ini relatif kurang toksik dibanding pelarut organik lainnya. Disamping itu juga berdasarkan sifatnya sebagai pelarut universal yang dapat melarutkan hampir semua senyawa organik di dalam tumbuhan baik polar maupun non polar serta kemampuannya untuk mengendapkan protein dan menghambat kerja enzim sehingga zat aktif dapat terhindar dari proses hidrolisis dan oksidasi (Djamal, 1990).

Proses ekstraksi dengan cara maserasi ini dilakukan perendaman selama 5 hari dengan 3 kali pengulangan, dimana selama perendaman sampel sesekali diaduk untuk mempercepat penetrasi pelarut ke dalam sampel sehingga komponen-komponen kimia didalamnya akan terlarut. Proses maserasi dilakukan di tempat yang terlindung dari cahaya dengan tujuan untuk menghindari kemungkinan terjadinya degradasi struktur terutama untuk golongan senyawa non polar dan kurang stabil terhadap cahaya. Maserat hasil maserasi yang telah disaring dipekatkan dengan rotary evaporator sehingga didapatkan ekstrak kental etanol yang tidak dapat dituang (Depkes R.I, 2000). Ekstrak yang didapat dilakukan pemeriksaan pendahuluan, meliputi organoleptis, uji fitokimia, susut pengeringan dan kadar abu.

Berdasarkan analisis fitokimia dalam daun jati cina terkandung antrakinon (sennosida,tannin, flavonoid, naftalen, triterpen,kariofilen, katekin, farnesol, friedelin, asam kaurenat, prekosen, prosianidin I, prosianidin B-2, prosianidin B-5, prosianidin C-1, sitosterol, friedelin-3a-ol, sterol, alkaloid, karotenoid). Senyawa golongan glikosida antrakinon pada kandungan jati cina seperti sennosida, aloe emodin, rhein dan krisofanol yang memiliki aktifitas laksatif. Sennosida merupakan glikosida golongan antrakinon yang memiliki aktifitas paling aktif sebagai laksatif, dimana didalam tubuh mengalami reaksi hidrolisis enzymatis dan reduksi oleh bakteri flora usus menjadi rheinantronn. Kandungan utama daun jati cina yaitu senosida A dan enosida B. Senosida A didalam tubuh akan mengalami sutau reaksi hidrolisis enzymatik dan reduksi oleh bakteri flora usus (entamoeba coli) menjadi rhein antron. Rhein antron ini merupakan senyawa yang menginduksi sekresi air dan mencegah reabsorbsi air dalam saluran pencernaan, sehingga dapat digunakan dalam upaya penyembuhan konstipasi akut (Mun’in & Hanani, 2011).

Hasil dari uji organoleptis dari ekstrak daun jati cina diperoleh berupa ekstrak kental tidak dapat dituang, berwarna hijau kehitaman berbau khas. Pada hasil susut pengeringan ekstrak didapatkan 8,70%, sedangkan kadar abu ekstrak didapatkan 6,031 %. Dimana hasil ini telah sesuai dengan yang tertera pada Monographs On Selected Medical Plants (WHO, 1999) yaitu <12 %. Sedangkan pada uji fitokimia di dapatkan bahwa ekstrak daun jati cina ini positif adanya senyawa flavonoid, fenol, saponin dan steroid, berbeda dengan literatur dimana tidak tedapat fenol dan steroid. Pada jurnal (Agarwal&Bajpai, 2010 ; Kokate&Kar, 2003) daun jati cina mengandung flavonoid (kaempferol),  saponin, glikosida, senosida A, senosida B, senosida C, senosida D, alkaloid, tannin, , asam salisilat,  asam kaurenat, diglucoside, lidah-emodin, 8-glukosida diglucoside, anthrone dan Rhein, napthalene glikosida (tinnevellin glikosida dan 6-hidroksi glikosida musizin), pitosterol, alkohol myricyl, asam chrysophenic, resin dan kalsium oxalate.  Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit putih jantan, karena mencit lebih mudah dalam penanganan disamping harga murah dan beradaptasi dengan cepat pada lingkungan percobaan dibandingkan hewan lainnya seperti tikus dan kelinci. Pemilihan jenis kelamin jantan hanyalah untuk keseragaman kondisi dalam penelitian.

Metoda yang digunakan pada penelitian ini yaitu metoda pola defekasi dan metoda transit intestinal. Digunakannya dua metoda dengan tujuan untuk memperkuat hasil penelitian dan melengkapi data tentang laksatif yang didapat. Pada metoda transit intestinal, digunakan norit sebagai indikator berwarna hitam secara visual dan merupakan kimus yang utuh sampai ke kolon karena tidak diabsorbsi.

Ekstrak etanol daun jati cina diharapkan dapat mengobati konstipasi pada hewan percobaan. Untuk melihat kekuatan pengaruh ekstrak etanol daun jati cina, maka digunakan Bisacodyl sebagai pembanding. Bisacodyl bekerja merangsang secara langsung dinding usus dengan akibat peningkatan peristaltik dan pengeluaraan isi usus dengan cepat (Dipiro et al , 2011).

Penggunaan Na CMC sebagai pensuspensi dan pengemulsi, karena Na CMC dapat menghasilkan suspensi dan emulsi yang stabil, kejernihannya tinggi, bersifat inert sehingga tidak mempengaruhi zat berkhasiat (Wade & Paul, 1994). Sebelum dilakukan pengujian, mencit diaklimatisasi selama seminggu dengan lingkungan percobaan tujuannya untuk menghindari mencit stres yang dapat mempengaruhi pengamatan.

Pada penelitian ini menggunakan variasi dosis 200, 400, 800 mg/KgBB dan pembanding ( Bisacodyl ). Pemilihan variasi dosis tersebut berdasarkan empiris. Kemudian dilakukan pengujian dengan dua metoda yaitu, pertama dengan metoda pola defekasi dimana frekuensi defekasi yang lebih banyak diperlihatkan oleh dosis 800 mg/KgBB sebanyak 41 kali, konsistensi feses yang lembek diperlihatkan oleh dosis 800 mg/KgBB dengan skor 2,43 dan berat feses yang lebih berat juga diperlihatkan oleh dosis 800 mg/KgBB dengan berat 0,0742 g (Lampiran 11).

Kedua dengan metoda transit intestinal didapatkan hasil, yaitu persentase lintasan  norit yang lebih panjang diperlihatkan oleh dosis 800 mg/KgBB dengan persentase lintasan 89,48 % (Lampiran 12).
Setelah dilakukan analisa data terhadap hasil pengamatan frekuensi defekasi, pada hewan percobaan dengan metoda analisa varian (ANOVA) dua arah (SPSS 16.0) pada data kelompok diperoleh hasil bahwa terlihat perbedaan  hasil secara signifikan yang dinyatakan  p<0.05 , tetapi pada data jam, dan kelompok dengan jam diperoleh hasil perbedaan yang tidak signifikan yang dinyatakan p>0.05.
Pada uji lanjutan Duncan dapat dilihat bahwa dosis 800 tidak berbeda  nyata dengan dosis 400 dan pembanding, tetapi berbeda  nyata dengan dosis 200 dan kontrol negatif. Pada dosis 400 tidak berbeda nyata dengan pembanding, dosis 200 dan dosis 800, tetapi berbeda nyata dengan kontrol negatif. Pada dosis 200 tidak berbeda nyata dengan pembanding, dosis 400 dan dosis 800, tetapi berbeda nyata dengan kontrol negatif.

Setelah dilakukan analisa data terhadap hasil pengamatan transit intestinal dengan metoda analisa varian ANOVA satu arah diperoleh hasil bahwa terlihat perbedaan signifikan yang dinyatakan p<0,05. Dari uji Duncan dapat dilihat bahwa dosis 800 tidak berbeda nyata dengan pembanding dan dosis 400, tetapi berbeda nyata dengan dosis 200 dan kontrol negatif. Sedangkan pembanding tidak berbeda nyata dengan dosis 400 dan 200 ,tetapi berbeda nyata dengan kontrol negative. Dosis 400 tidak berbeda nyata dengan pembanding , 800 dan 200, tetapi berbeda nyata dengan kontrol negative. Dosis 200 tidak berbeda nyata dengan 400 dan pembanding tetapi berbeda nyata dengan dosis 800 dan kontrol negatif.

Setelah dilakukan analisa data terhadap hasil pengamatan berat feses  pada hewan percobaan dengan metoda analisa varian (ANOVA) dua arah (SPSS 16.0) pada data kelompok diperoleh hasil bahwa terlihat perbedaan  hasil secara signifikan yang dinyatakan  p<0.05 , tetapi pada data jam, dan kelompok dengan jam diperoleh hasil perbedaan yang tidak signifikan yang dinyatakan p>0.05.
Pada uji lanjutan Duncan dapat dilihat bahwa paa dosis 800 tidak berbeda nyata dengan pembanding, terapi berbeda nyata dengan dosis 400, 200 dan control negative. Pada dosis 400 tidak berbeda nyata dengan pembanding, dosis 200 dan control negative, tetapi berbeda nyata dengan dosis 800. Pada dosis 200 tidak berbeda nyata dengan dosis 400 dan kontrol negatif, tetapi berbeda nyata dengan pembanding dan dosis 800.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa efek laksatif dari ekstrak etanol daun jati cina dosis 800 mg/KgBB lebih tinggi bila dibandingkan dengan dosis 200, 400 mg/Kg dan kontrol negative, serta lebih tinggi dari pembanding (Bisacodyl). Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan semakin tinggi dosis pemberian ekstrak etanol daun jati cina maka semakin tinggi efek laksatif pada hewan percobaan. Dari 4 dosis ekstrak daun jati cina  yang diujikan ternyata makin besar dosis makin bertambah besar berat fases dan frekuensi defikasi.

Dengan demikian, penggunaan ekstrak etanol daun jati cina (Cassia senna L) dalam rentang dosis 200, 400, dan 800 mg/KgBB memberikan efek laksatif terhadap hewan percobaan. Dengan meningkatnya dosis efek laksatif dari daun jati cina juga semakin meningkat.
Berdasarkan parameter pada uji statistik ANOVA dimana parameter yang dilihat yaitu transit intestinal, dosis yang efektif adalah dosis 200mg/kgBB, karena berdasarkan Duncan dosis 200 dan 400mg/kgBB sebanding dengan dosis pembanding, sehingga dosis terkecil yang sudah memberikan efek pada hewan percobaan dianggap sebagai dosis yang efektif.

Bila dibandingkan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan Febriani (2014) tentang efek laksatif ekstrak etanol daun kate mas , dengan menggunakan metoda yang sama , hasil lebih baik di tunjukkan oleh ekstrak etanol daun jati cina, dimana dengan dosis terkecil sudah memberikan efek yang efektif pada hewan percobaan yaitu 200mg/KgBB, sedangkan dosis efektif pada penelitian ekstrak etanol daun kate mas ditunjukkan pada dosis 700mg/KgBB.
Berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat memperkuat penggunaan daun jati cina (Cassia senna L) untuk mengatasi laksatif oleh masyarakat

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Dari hasil penelitian ini telah terbukti bahwa ekstrak etanol daun jati cina menunjukkan efek laksatif  pada hewan percobaan pada mencit putih jantan, dimana dapat meningkatkan frekuensi defekasi dan meningkatkan berat feses serta memperpanjang  lintasan norit pada usus.
Setelah penelitian ini selesai dilakukan maka dapat diambil kesimpulan, terdapat hubungan yang saling berpengaruh satu sama lain antara   peningkatan dosis dengan efek laksatif yang ditimbulkan dari pemberian ekstrak etanol daun jati cina  dalam  rentang dosis 200, 400 dan 800 mg/KgBB, dimana semakin tinggi dosis yang diberikan akan semakin tinggi pula efek laksatif yang terjadi. Efek laksatif yang lebih efektif diberikan oleh ekstrak etanol daun jati cina dosis 200 mg/KgBB yang lebih efektif efeknya dari dosis 400, 800 KgBB dan pembanding.


DAFTAR PUSTAKA

Agarwal, V. Bajpai. M. 2010 “Pharmacognostical and Biological studies on senna &its” Delhi-meerut Road, Ghaziabad, India
Atal CK, Kapoor BM (1982). Cultivation and utilization of Medicinal Plants.RRL,Jammu Tawi, India.
Departemen Kesehatan R.I., 1995, Farmakope Indonesia ed. IV, Jakarta, Indonesia.

Departemen Kesehatan R.I., 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat Tradisional, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan; Jakarta.

Dini paramita defrin, santun bhekti Rahimah, Lelly Yuniarti. 2010, efek anti diare ekstrak air umbi sarang semut (Myrmecodia pendens) pada mencit putih (Mus musculus), Prosiding SNaPP2010 Edisi Eksakta ISSN : 2089-3582.

Dipiro, J, T., talbert, R, L., Yee, G.C., Matzke, G, R., Wells, B.G., Posey, L,M., 2011.Pharmacoteraphy: A Pathophysiology Approach. 8th editor, Mc Graw Hill, New York.

Djamal, R., 1990, Prinsip-prinsip Bekerja dalam Kimia Bahan Alam, FMIPA, UNAND; Padang.
Harborne, J.B., 1987, Metoda Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan, Terbitan ke-2, Diterjemahkan oleh Kokasih Padmawinata dan Iwang Sodiro, Penerbit ITB; Bandung
Inglis, J. K. 1980. Introduction to laboratory Animal Science and Technology. Pergamons press Ltd., Oxford.

Mun’in & Hanani E., 2011. Fitoterapi Dasar, Dian Rakyat, Jakarta.

Sundari, D., dan Wien W, 2010, Efek Laksatif Jus Daun Asam Jawa ( Tamarindus Indica Linn) Pada Tikus Putih Yang Diinduksi Dengan Gambir, Media Iitbang Kesehatan Volume XX Nomor 3

Wade, A and Paul, J.W., 1994, Handbook of Pharmaceutical Excipient, edition                 Published by American Pharmaceutical Association and Pharmaceutical Society of Great Britian; London
WHO, 1999, Monographs On Selected Medical Plants, Volume 1, Geneva

Monday, January 9, 2017

Manfaat Luar Biasa Dari Lidah Buaya Untuk Kesehatan

Manfaat Luar Biasa Dari Aloe Vera Untuk Kesehatan Manfaat Luar Biasa Dari Lidah Buaya Untuk Kesehatan lidah buaya untuk rambut  tanaman lidah buaya  gel lidah buaya  daun lidah buaya  masker lidah buaya  lidah buaya untuk wajah  bisnis online  cara mengolah lidah buaya  bisnis  nama latin lidah buaya  tumbuhan lidah buaya  olahan lidah buaya  pohon lidah buaya  lidah buaya untuk kecantikan  cream lidah buaya  masker lidah buaya untuk rambut  masker lidah buaya untuk wajah  masker aloe vera  bibit lidah buaya  lidah buaya untuk muka  masker rambut lidah buaya  nama ilmiah lidah buaya  cara mengolah lidah buaya untuk rambut  budidaya lidah buaya  lidah buaya untuk kulit  mengolah lidah buaya  gel lidah buaya untuk rambut  teh hijau  lidah buaya untuk ibu hamil  obat herbal lidah buaya  kandungan lidah buaya kanduangan aloe vera manfaat lidah buaya

Apotekers.com Lidah buaya telah lama digunakan untuk tujuan kecantikan. Sehingga orang-orang hampir tidak menyadari potensi yang bervariasi dan luar biasa lainya untuk kesehatan kita. Ada beberapa manfaat kesehatan dari lidah buaya yang tidak dipedulikan orang pada umunya, dan sudah saatnya kita mulai menyadari potensi yang sebenarnya.

Lidah buaya dianggap sebagai "ramuan ajaib", karena memiliki potensi untuk mengobati luka bakar, luka dan bahkan kanker! Dan hanya itu Lidah buaya juga memiliki potensi untuk menopause hot flushes dan dianggap menjadi yang terbaik, baik ketika dikonsumsi dan diterapkan secara eksternal.

Lidah buaya telah menjadi tanaman obat yang sejak dulu sudah digunakan dalam ribuan tahun terakhir, diketahui mengandung senyawa tanaman yang sehat. Gel lidah buaya dikatakan mengandung senyawa bio-aktif seperti vitamin, mineral, antioksidan dan asam amino.

Manfaat kesehatan dari lidah buaya tidak hanya itu saja. Juga diketahui agen antibakteri yang sangat kuat. Ini mengandung polifenol yang mencegah pertumbuhan bakteri, yang menyebabkan infeksi di dalam tubuh. Lidah buaya juga sangat dikenal untuk membunuh bakteri Streptococcus mutans plak-memproduksi serta Candida albicans. Ditemukan juga bahwa lidah buaya memiliki potensi untuk mempercepat penyembuhan sariawan dan penyakit gusi.

Berikut merupakan manfaat luar biasa dari lidah buaya untuk kesehatan :

1. Untuk Detoksifikasi:
Lidah buaya adalah salah satu pembersih paling efektif, karena kaya akan vitamin, mineral dan asam amino. Hal ini juga memperkuat sistem pencernaan dan juga membantu tubuh untuk membuang limbah dan racun dalam tubuh. Lidah buaya juga dapat digunakan untuk mengobati peradangan.

2. Mendukung Sistem kekebalan:
Aloe vera atau lidah buaya diperkaya dengan polisakarida yang membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga memungkinkan tubuh untuk berada pada kondisi terbaiknya. Lidah buaya dikenal untuk membantu menyusun ulang sistem kekebalan tubuh, karena memiliki sifat antibakteri.

3. Menurunkan Kolesterol:
Bagi anda yang menderita kolesterol tinggi. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki efek positif dalam mengatur kadar gula darah dan kolesterol. Pada gilirannya ini membantu dalam menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Tapi, hanya ada beberapa bukti yang menunjukkan hal ini.

4. Sangat baik untuk Pencernaan & Mengobati Pencernaan Masalah:
Siapapun yang menderita masalah-pencernaan terkait seperti IBS (Irritable bowel syndrome) penyakit yang menyerang usus besar ini dapat diatasi dengan menggunakan lidah buaya untuk memberikan bantuan dari gejala yang menyakitkan ini. Lidah buaya dapat memberikan rasa dingin dan juga dapat menenangkan serta membantu meringankan rasa sakit.

5. Vitamin Terbaik Dan Mineral Terbaik :
Lidah buaya adalah gudang vitamin A, C, E, B1, B2, B3, B6, B12, dan asam folat. Hal ini juga diperkaya dengan kalsium, magnesium, selenium, seng, kalium dan zat besi.

6. Bagus Untuk Menangani Luka bakar:
Aloe vera memiliki kemampuan untuk memberi rasa yang dingi pada kulit meradang dan meningkatkan kolagen dan kandungan asam hyaluronic yang membantu meremajakan kulit dan membantu dalam pembentukan sel kulit baru ketika terkena cedera atau luka bakar.

7. Mengurangi Sembelit:
Ada zat yang disebut lateks yang ditemukan di bawah kulit daun, yang dapat untuk menyingkirkan sembelit. Ini berisi aloin dan barboloin yang memiliki efek pencahar, ini sangat menakjubkan yang dapat mengobati kondisi sembelit pada tubuh.

8. Untuk Sariawan Dan Luka lambung
Lidah buaya akan membantu dalam menyembuhkan sariawan. Selain itu Menerapkan gel lidah buaya pada daerah yang sakit pada kulit dapat untuk membantu mengurangi rasa sakit, seperti dicatat oleh sebuah penelitian. Hal ini bisa disebabkan karena polifenol di dalamnya yang membantu dalam masalah peradangan kulit.

Sumber : http://www.boldsky.com/health/nutrition/2017/aloe-vera-is-more-than-just-a-beauty-product-know-how-this-herb-benefits-our-health/8-treats-mouth-ulcers-pf142673-109815.html



Sunday, January 8, 2017

Pembagian Psikotropika Dan Narkotika Berdasarkan Undang-Undang

Pembagian Psikotropika Dan Narkotika Berdasarkan Undang-Undang uu narkotika  undang undang narkotika  uu psikotropika  uu narkotika terbaru  undang undang narkoba terbaru  uud narkoba  amfetamin  uu psikotropika terbaru  obat psikotropika  kokain  zat narkoba  undang narkotika  obat narkotika  cpns bnn 2015  artikel tentang narkoba  artikel narkoba  narkoba  bahaya narkoba  bnn  macam macam narkoba  narkoba adalah  jenis jenis narkoba  jenis narkoba  psikotropika  napza  pengertian narkoba  tentang narkoba  apa itu narkoba  pengertian napza  bnn badan narkotika nasional  narkotika  zat adiktif  transmigrasi  zat psikotropika  obat psikotropika  napza  jenis psikotropika  jenis jenis psikotropika  golongan narkotika  undang undang narkotika  uu psikotropika  obat narkotika  penggolongan narkotika  jenis obat psikotropika  depresan  jenis jenis zat adiktif  obat golongan psikotropika  jenis zat adiktif  uu psikotropika terbaru  daftar obat psikotropika  golongan obat narkotika  zat adiktif psikotropika  obat obat psikotropika  uu narkotika terbaru  zat narkoba  obat narkotik  pengaruh narkoba  obat golongan narkotika  uu narkotika  zat adiktif dan psikotropika

Apotekers.com Maraknya penyalahgunaan obat-obatan terlarang membuat kita semua mesti waspada terhadap hal tersebut. Banyak dampak buruk yang dapat timbul dari penyalahgunaan tersebut. Dan tentunya kita harus mempunyai pengetahuan yang cukup juga tentang obat-obat terlarang tersebut, seperti halnya psikotropika dan narkotika yang memang rentan dalam penyalahgunaan . Pada artikel ini akan dibahas tentang pengelompokan/ pembagian obat-obat psikotropika dan narkotika berdasarkan UU.

Psikotropika

Menurut UU No.5 Tahun 1997 psikotropika digolongkan menjadi:
a. Psikotropika golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: etisiklidina, tenosiklidina, dan metilendioksi metilamfetamin (MDMA).
b. Psikotropika golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: amfetamin, deksamfetamin, metamfetamin, dan fensiklidin.
c. Psikotropika golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: amobarbital, pentabarbital, dan siklobarbital.
d. Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: diazepam, estazolam, etilamfetamin, alprazolam.

Obat Narkotika

Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. Obat narkotika ditandai dengan simbol palang medali atau palang swastika.

Menurut Undang-undang  No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
a. Narkotika Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: kokain, opium, heroin, dan ganja.
b. Narkotika Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: fentanil, metadon, morfin, dan petidin
c. Narkotika Golongan III adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: etilmorfina kodein, dan norkodeina.

Baca Juga :  Obat Psikotropika, Obat Narkotika, Obat keras, Obat Bebas Terbatas dan Obat bebas

Saturday, January 7, 2017

7 Obat Baru Yang Disetujui Oleh FDA Pada Akhir Tahun

7 Obat Baru Yang Disetujui Oleh FDA Pada Akhir Tahun fda penyakit hiv  penyakit aids  penyakit hiv aids  obat hiv aids  tanda tanda hiv  cara mengobati hiv  tanda hiv  obat herbal hiv  pengobatan hiv aids  virus hiv aids  artikel hiv aids  penyembuhan hiv  cara mencegah hiv  penderita hiv  cara menyembuhkan hiv  tanda2 hiv  obat virus hiv  cara pengobatan hiv  cara penularan hiv aids  obat herbal hiv aids  terapi hiv  herbal hiv  cara mengobati hiv aids  artikel hiv  cara pencegahan hiv  obat hiv herbal  cara penyembuhan hiv  cara pengobatan hiv aids  obat hiv 2016  penderita hiv aids  obat asam urat  asam urat  obat herbal  obat herbal asam urat  obat tradisional  obat herbal kolesterol  obat tradisional asam urat  obat kolesterol  pantangan asam urat  obat asam urat alami  obat diabetes  obat alami asam urat  penyakit asam urat  pengobatan asam urat  obat sakit maag  cara mengobati asam urat  obat asam urat tradisional  obat maag  asam urat tinggi  obat rematik  herbal asam urat  obat herbal diabetes  cara mengatasi asam urat  obat untuk asam urat  mengobati asam urat  obat maag kronis  obat asam urat herbal  penyakit diabetes  obat herbal untuk asam urat  obat maag alami  1. Avastin FDA memperluas indikasi bevacizumab Roche (Avastin),  2. Eucrisa FDA menyetujui Anacor Pharmaceuticals 'crisaborole salep (Eucrisa) pada  14 Desember 2016. 3. Jardiance FDA juga  memperluas indikasi empagliflozin Boehringer Ingelheim (Jardiance) pada 2 Desember 2016. 4. Rubraca Pada tanggal 19 Desember 2016, FDA juga menyetujui rucaparib Clovis Oncology ini (Rubraca) untuk pengobatan kanker ovarium stadium lanjut pada wanita yang tumornya memiliki mutasi gen tertentu ( yang merusak BRCA).

Apotekers.com Dalam setiap perkembangannya FDA dianggap sebagai pedoman bagi seluruh perkembangan dalam industri farmasi di dunia. Tentunya banyak hal yang perlu dan harus dilakukan oleh FDA agar terciptanya keamanan dalam setiap pengobatan. Obat-obatan yang memperoleh persetujuan dari FDA haruslah lulus dalam setiap tahapan uji yang menjadi standar dari FDA.

Berikut 7 obat baru yang disetujui oleh FDA, diantarnya ada obat-obatan yang indikasinya diperluas.

1. Avastin
FDA memperluas indikasi bevacizumab Roche (Avastin), pada tanggal 7 Desember 2016.

Awalnya disetujui untuk pengobatan kanker kolorektal metastatik, Avastin sekarang dapat digunakan dalam kombinasi dengan carboplatin dan paclitaxel atau dalam kombinasi dengan carboplatin dan gemcitabine kemoterapi untuk pengobatan wanita dengan ovarium platinum-sensitif berulang epitel, tuba fallopi, atau kanker peritoneal primer .Tentunya ini melalu uji yang sangat ketat guna untuk melihat kombinasi yang tepat.

Selain itu Obat ini juga dapat digunakan untuk pengobatan beberapa jenis kanker paru-paru, kanker otak, kanker ginjal, dan kanker serviks.

Berikut efek samping yang paling umum dilaporkan oleh peserta uji yang diobati dengan Avastin dan kemoterapi meliputi trombositopenia, mual, dyspnea, epistaksis, hipertensi, kelelahan, neutropenia demam, proteinuria, sakit perut, hiponatremia, sakit kepala, dan nyeri ekstremitas.

2. Eucrisa
FDA menyetujui Anacor Pharmaceuticals 'crisaborole salep (Eucrisa) pada  14 Desember 2016.

Eucrisa, phosphodiesterase 4 (PDE-4) inhibitor, diindikasikan untuk pengobatan dua kali sehari dari dermatitis atopik, jenis umum eksim, pada pasien berusia 2 tahun dan usia lebih dari 2 tahun.

Efek samping yang paling umum yang terjadi terkait dengan penggunaan obat adalah rasa sakit saat penggunaan, termasuk pembakaran atau menyengat. FDA mengakui bahwa beberapa peserta uji juga mengalami reaksi hipersensitivitas, dan memperingatkan bahwa Eucrisa tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat reaksi tersebut untuk bahan aktif obat, crisaborole.

3. Jardiance
FDA juga  memperluas indikasi empagliflozin Boehringer Ingelheim (Jardiance) pada 2 Desember 2016.
 
Awalnya disetujui untuk meningkatkan kontrol glikemik pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 (T2D), Jardiance sekarang dapat juga digunakan dalam mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung pada pasien dewasa dengan T2D dan komplikasi penyakit kardiovaskular.
 
Efek samping yang paling umum dialami oleh peserta uji yang diobati dengan Jardiance termasuk infeksi saluran kemih dan infeksi alat kelamin perempuan. Penggunaan obat juga telah dikaitkan dengan dehidrasi, hipotensi, ketoasidosis, infeksi saluran kemih yang serius, cedera ginjal akut, gangguan fungsi ginjal, hipoglikemia bila digunakan dengan insulin atau insulin secretagogues, infeksi mikotik genital, dan peningkatan kolesterol.
 
Selain itu, Jardiance tidak dimaksudkan untuk pasien dengan diabetes tipe 1 atau untuk pengobatan ketoasidosis diabetikum. Penggunaan obat kontraindikasi pada pasien dengan riwayat reaksi serius hipersensitivitas terhadap Jardiance, gangguan ginjal berat, penyakit ginjal stadium akhir, atau dialisis.

4. Rubraca
Pada tanggal 19 Desember 2016, FDA juga menyetujui rucaparib Clovis Oncology ini (Rubraca) untuk pengobatan kanker ovarium stadium lanjut pada wanita yang tumornya memiliki mutasi gen tertentu ( yang merusak BRCA).
 
Badan ini juga memberikan menyetujui FoundationFocus CDxBRCA diagnostik untuk digunakan dengan Rubraca. Tes, pertama berbasis generasi-sequencing pendamping diagnostik untuk menerima persetujuan FDA, dirancang untuk mendeteksi keberadaan mutasi gen BRCA merusak pada jaringan tumor.
 
Efek samping yang timbul pada peserta uji yang diobati dengan Rubraca termasuk mual, kelelahan, muntah, kadar sel darah merah rendah, sakit perut, sensasi rasa yang tidak biasa, sembelit, penurunan nafsu makan, diare, kadar trombosit darah rendah, dan kesulitan bernapas. Penggunaan obat ini juga dikaitkan dengan risiko yang lebih serius seperti masalah sumsum tulang, leukemia myeloid akut, dan membahayakan janin.

5. Spinraza
FDA menyetujui nusinersen Biogen ini (Spinraza) pada tanggal 23 Desember 2016.
 
Spinraza, yang diberikan melalui injeksi ke dalam cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang, diindikasikan untuk pengobatan atrofi otot tulang belakang pada anak-anak dan orang dewasa. 
 
Adapun efek samping yang paling umum yang terkait dengan penggunaan obat adalah infeksi saluran pernapasan atas, infeksi pernapasan bawah, dan sembelit. Pasien yang diobati dengan Spinraza mungkin juga mengalami jumlah trombosit darah rendah dan toksisitas untuk ginjal.

6. Synjardy XR
FDA menyetujui Synjardy XR Boehringer Ingelheim dan Lilly tablet extended-release empagliflozin dan metformin hidroklorida (Synjardy XR) pada tanggal 12 Desember 2016.
 
Synjardy XR diindikasikan sebagai tambahan dalam diet dan latihan untuk meningkatkan kontrol glikemik pada orang dewasa dengan T2D. Dalam kombinasi dengan diet dan olahraga, bisa meningkatkan gula darah pada pasien.
 
Efek samping yang paling umum yang terkait dengan penggunaan obat ini termasuk diantaranya tersumbat atau hidung meler, sakit tenggorokan, infeksi saluran kemih, infeksi kelamin perempuan, diare, sakit kepala, mual, dan muntah. Pasien yang diobati dengan Synjardy XR juga mungkin menghadapi peningkatan risiko dehidrasi dan ketoasidosis.

7. Tresiba
FDA memperluas indikasi penggunaa Novo Nordisk degludec insulin injeksi (Tresiba) pada tanggal 19 Desember 2016.
 
Dengan hal terbaru ini, Tresiba sekarang diindikasikan untuk pengobatan dengan interfal sekali sehari diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada anak usia 1 tahun dan lebih. Sebelumnya, penggunaan obat diizinkan hanya pada orang dewasa.
 
Efek samping yang paling umum dilaporkan oleh peserta uji yang diobati dengan Tresiba termasuk yang infeksi, hipoglikemia, dan hiperglikemia.

Sumber : http://www.pharmacytimes.com/news/7-new-fda-approvals-to-know-from-december-2016
 

Friday, January 6, 2017

Cara Pemusnahan Narkotika Dan Psikotropika

Cara Pemusnahan Narkotika Dan Psikotropika uu narkotika  undang undang narkotika  uu psikotropika  uu narkotika terbaru  undang undang narkoba terbaru  uud narkoba  amfetamin  uu psikotropika terbaru  obat psikotropika  kokain  zat narkoba  undang narkotika  obat narkotika  cpns bnn 2015  artikel tentang narkoba  artikel narkoba  narkoba  bahaya narkoba  bnn  macam macam narkoba  narkoba adalah  jenis jenis narkoba  jenis narkoba  psikotropika  napza  pengertian narkoba  tentang narkoba  apa itu narkoba  pengertian napza  bnn badan narkotika nasional narkotika narkoba narkotika  zat adiktif  transmigrasi  zat psikotropika  obat psikotropika  napza  jenis psikotropika  jenis jenis psikotropika  golongan narkotika  undang undang narkotika  uu psikotropika  obat narkotika  penggolongan narkotika  jenis obat psikotropika  depresan  jenis jenis zat adiktif  obat golongan psikotropika  jenis zat adiktif  uu psikotropika terbaru  daftar obat psikotropika  golongan obat narkotika  zat adiktif psikotropika  obat obat psikotropika  uu narkotika terbaru  zat narkoba  obat narkotik  pengaruh narkoba  obat golongan narkotika  uu narkotika  zat adiktif dan psikotropika

Apotekers.com Dalam berbagai hal perlu untuk melakukan pemusnahan obat-obat narkotika dan psikotropika. Dengan berbagai alsan hal ini dianggap perlu dilakukan guna menjamin keselamatan orang banyak. Dibawah ini akan menjelaskan bagaimana pemusnahan narkotika dan psikotropika serta alasan-alasan dilakukannya pemusnahan.

Wednesday, January 4, 2017

7 Pengobatan Alami Untuk Infeksi Payudara

7 Pengobatan Alami Untuk Infeksi Payudara kanker payudara kanker  penyakit kanker  gejala kanker  obat kanker  penyakit kangker  obat tumor  gejala penyakit kanker  obat tradisional kanker hati  tanda tanda kanker  pengobatan kanker  kangker payu darah  obat penyakit kanker  tumor mamae  obat kanker alami  kanker mamae  obat kangker  penyakit cancer  tumor mammae  gejala gejala kanker  penyebab kanker payudarah  penyebab tumor jinak  kangker panyudara  cara mengobati penyakit kanker  obat kanker kulit  penyebab terjadinya kanker  gejala kangker  penyebab penyakit kangker  karsinoma mammae  kanker pada wanita  ciri2 kanker  infeksi saluran kemih  obat infeksi saluran kemih  infeksi kandung kemih  infeksi ginjal  kandung kemih  pencegahan infeksi  penyakit infeksi  penyebab infeksi saluran kemih  obat infeksi ginjal  obat tradisional infeksi saluran kemih  obat herbal infeksi saluran kemih  infeksi kulit  tanda tanda infeksi  obat infeksi kandung kemih  obat isk  penyebab infeksi ginjal  infeksi saluran kemih pada wanita  cara mengobati infeksi saluran kemih  obat infeksi saluran kemih pada wanita  saluran kemih  obat infeksi  ispa  obat untuk infeksi saluran kemih  infeksi kandung kemih pada wanita  kandung kemih sakit  penyakit infeksi saluran kemih  penyebab infeksi  penyebab infeksi saluran kemih pada wanita  obat alami infeksi saluran kemih  penyakit kandung kemih  kanker  cantik  cara membesarkan susu  cara memperbesar susu  obat kanker kulit  cara membesarkan  cara membesarkan susu wanita  kangker payu darah  memperbesar susu  membesarkan susu  kanker mamae  cara memperbesar  cara besarkan susu  operasi kanker payudara  pydr  video cara membesarkan susu  cara besarin susu  cara memperbesar susu wanita  kangker panyudara  cara gedein susu  kanker mammae  cara membesarkan susu secara alami  payu darah  perempuan  memperbesar payu dara  panas  susu wanita  cara alami memperbesar payudara  cara alami membesarkan payudara  panyudara

Apotekers.com Infeksi payudara bisa sangat umum di kalangan wanita ketika mereka sedang menyusui, terlebih kondisi ini semakin terlihat di antara wanita yang diabetes, mereka yang memiliki tingkat kekebalan yang rendah dan mereka yang baru saja menjalani operasi payudara juga rentan akan infeksi payudara.

Saat Anda didiagnosis dengan kondisi ini, hal pertama yang datang ke pikiran Anda adalah tentang bagaimana mengobati infeksi payudara dari ini? Untuk memastikan hal ini tentunya Anda mencoba mencari berbagai macam metode pengobatan yang tepat.

Jadi, jika Anda adalah salah satu di antara penderita infeksi payudara maka Anda perlu untuk mengambil solusi rumahan alami ini untuk infeksi payudara. Ini sangatlah membantu dan merupakan bagian terbaik tentang pengobatan rumah tanpa efek samping.

Sedikit mengenai Apa sebenarnya yang menyebabkan infeksi payudara itu? Ketika bakteri masuk melalui celah-celah di kulit atau puting, mengarah kepada pembengkakan, rasa sakit dan peradangan. Gejala utama dari infeksi payudara diantaranya - nyeri payudara, pembengkakan di payudara, sensasi terbakar, kemerahan dan juga payudara akan menjadi lembut dan lunak.

Berikut pengobatan alami yang dapat membantu mengatasi infeksi pada payudara, dan tentunya bahan-bahan ini dapat secara gampang diperoleh :

1. Bawang putih:
Bawang putih dikenal karena sifat antibiotik. Ini membantu dalam memerangi dan membasmi bakteri. Mengkonsumsi dua siung bawang putih mentah di pagi hari pada waktu perut kosong membantu untuk menyingkirkan infeksi payudara.

2. Aloe Vera:
Aloe vera dikenal dalam memberi efek pendinginan. Ambil selembar lidah buaya, ekstrak gelnya dan terapkannya pada daerah yang terkena infeksi. Setelah mengering, cuci dengan air hangat dan keringkan. Lakukan ini 2-3 kali sehari; membantu dalam mengurangi peradangan dan rasa sakit disebabkan karena infeksi.

3. Apple Cider Vinegar:
Cuka apel dikenal karena sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri nya. Ambil segelas air, tambahkan satu sendok makan cuka sari apel mentah dan sedikit madu dan kemudian minum 2-3 kali sehari. Itu sangatlah membantu dalam mengatasi infeksi secara cepat.

4. Kompres Secara Panas Dan Dingin:
Ambilah air panas, kemudian rendamlah handus tipis yang bersih kedalam air panas tersebut setelah itu tempatkannya pada payudara yang terinfeksi; biarkan selama sekitar 10 menit. Keluarkan dan kemudian gantikan dengan kompres dingin dibuat dengan cara merendam handuk dengan menggunakan es. Biarkan selama sekitar 5 menit. Lakukan ini 4-5 kali. Ini membantu mengurangi pembengkakan, peradangan dan rasa sakit.

5. Kubis Daun:
Senyawa sulfur yang terkandung dalam daun kubis sangatlah membantu dalam mengurangi peradangan payudara. Ambil beberapa daun kubis dan simpanlah terlebih dahulu didalam lemari es. Ambillah itu dan kemudian tempatkan pada payudara yang terkena infeksi. Bersihkan kemudian gunakan daun lainnya. Lakukan ini selama beberapa kali setiap hari sampai gejala mereda.

6. Fenugreek:
Fenugreek dikenal untuk mengurangi peradangan yang disebabkan karena infeksi. Ambil sekitar satu sendok teh biji fenugreek, didihkan dan kemudian meminumnya dalam keadaan hangat setidaknya dua kali sehari sampai gejala menghilang.

7. Vitamin C:
Sertakan makanan yang mengandung vitamin C dalam menu makanan harian Anda. Ini membantu dalam meningkatkan tingkat kekebalan dan membantu dalam memerangi infeksi.

Sumber : http://www.boldsky.com/health/disorders-cure/2017/ten-effective-home-remedies-for-breast-infection/8-vitamin-c-pf141796-109614.html

Monday, January 2, 2017

6 Tanda Peringatan Untuk Gagal Jantung


Apotekers.com Jantung adalah salah satu organ vital yang terletak dalam kehidupan seseorang. Setelah jantung berhenti berdetak, membuat seseorang akan meninggal. Jadi bagaimana kita untuk terus menjaga kesehatan jantung kita? Dan apakah ada gejala yang menunjukkan kondisi jantung terganggu,?

6 Tanda Peringatan Untuk Gagal Jantung jantung  hipertensi  gagal jantung kongestif  obat gagal jantung  penyakit gagal jantung  gejala gagal jantung  terapi gagal jantung  gagal jantung kanan  gangguan jantung  gejala gangguan jantung  gagal jantung kiri  penyakit jantung kongestif  etiologi gagal jantung  patofisiologi gagal jantung  katup jantung  kesehatan jantung  sakit jantung  kegagalan jantung  payah jantung  penyakit jantung  obat untuk gagal jantung  curah jantung  jantung koroner  gejala penyakit gagal jantung  gagal jantung kronik  artikel gagal jantung  penyebab penyakit jantung  komplikasi gagal jantung  patofisiologi chf  gagal jantung akut  tanda penyakit jantung tanda gagal jantung gagal jantung adalah jantung jantung adalah apa itu gagal jantung,?Pada artikel ini kita akan menjelaskan tentang beberapa tanda-tanda peringatan dari gagal jantung. perubahan tertentu dalam gaya hidup, pra kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan makanan yang tidak sehat serta pola tidur mempengaruhi fungsi dari jantung.

Tanda-tanda tersebut wajib diketahui, guna mengambil langkah-langkah tertentu yang dapat mencegah gagal jantung. Salah satu kebutuhan untuk secara jelas mengidentifikasi faktor risiko untuk penyakit jantung atau juga bisa menjalani tes pencegahan tertentu yang membantu dalam mengidentifikasi kondisi dari jantung.

Mengidentifikasi kondisi lebih awal dan mendapatkan pengobatan yang tepat pada waktu yang tepat adalah suatu hal yang sangat penting. Jika tidak diobati mungkin menyebabkan serangan jantung dan dapat berakibat fatal tentunya. Oleh karena itu, mengambil langkah yang segera untuk mengatasi masalah ini sangat penting untuk menjaga penyakit ini.

Berikut merupakan gejala-gejala dari gagal jantung yang harus diketahui :

1. Sesak Nafas:
Ketika aliran darah ke dan dari paru-paru ke jantung dan sebaliknya terganggu akan menyebabkan beberapa hal, seperti sesak napas. Jika hal ini terjadi secara tiba-tiba ketika Anda tidur atau hanya sedang duduk maka harus diperiksa segera.

2. Batuk berkelanjutan dan Mengi
Ketika cairan menumpuk di paru-paru dan mempengaruhi aliran darah ini akan menyebabkan batuk terus-menerus dan mengi. Ini adalah salah satu tanda bahwa jantung telah gagal dalam menjalankan fungsinya.

3. Kaki Bengkak/ Udem
Ketika aliran darah akan terpengaruh itu menyebabkan akumulasi air dalam jaringan. Hal ini menyebabkan pembengkakan kaki, kaki dan perut. Tentunya segala hal tersebut dapat terjadi karena gagalnya jantung menjalankan fungsinya secara normal.

4. Berat Badan:
Berat badan bisa juga menjadi salah satu tanda-tanda gagal jantung. Diketahui bahwa berat badan berlebih dapat menyebabkan banyak terganggunya fungsi tubuh yang akan menimbulkan penyakit-penyakit kronis seperti kolesterol, dibetes dan juga gagal jantung.

5. Kelelahan & Kelelahan:
Ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh jaringan tubuh, juga akan menyebabkan kelelahan ataupun keletihan. Ini adalah salah satu tanda dari gagal jantung, hal-hal yang biasa mudah untuk dikerjakan akan sulit untuk dikerjakan.

6. Peningkatan Detak Jantung
Ketika jantung gagal untuk memompa darah akan menyebabkan peningkatan detak jantung. Ini adalah salah satu tanda dari gagal jantung.

Sumber : http://www.boldsky.com/health/wellness/2017/seven-warning-signs-of-heart-failure-109516.html?c=hhealth5