Thursday, December 15, 2016

Surfaktan

Surfaktan emulsi  ampas tebu  konsentrasi kritis misel  surfaktan anionik  tebu  surfaktan non ionik  jenis bearing dan fungsinya  fungsi alveolus  kestabilan emulsi  anionik  sampah non biodegradable  uji pembentukan emulsi  jenis jenis bearing dan fungsinya  jual ampas tebu  pembentukan emulsi  pengaruh hlb terhadap stabilitas emulsi  surfaktan biodegradable  rds pada bayi  limbah tebu  sifat emulsi  kationik  surfaktan adalah  mikroemulsi  pengertian biodegradable  minyak bumi ppt  perkembangan janin 31 32 minggu  biodegradable adalah  laporan tegangan permukaan  tegangan permukaan cairan  sabun mandi  cara membuat sabun  cara membuat sabun cair  cara membuat sabun cuci piring  cara pembuatan sabun  cara membuat sabun mandi  sabun cuci piring  bahan pembuat sabun  sabun cair  sabun herbal  cara buat sabun  cara membuat sabun mandi cair  membuat sabun  cara buat sabun cair  cara membuat sabun cuci piring sunlight  bahan membuat sabun  pembuatan sabun mandi  cara membuat sabun herbal  cara membuat sabun cuci  formula sabun cuci piring  komposisi sabun mandi  cara membuat sabun cair cuci piring  cara membuat sabun cuci piring cair  bisnis sabun  membuat sabun cuci piring  cara buat sabun mandi  membuat sabun cair  bahan baku sabun  bahan sabun  cara pembuatan sabun cair  aspal  aspal emulsi  surfaktan  pasteurisasi  buah merah  aspal dingin  campuran aspal  sediaan emulsi  emulsi padat  pengolahan limbah cair  minyak kelapa  emulsi film  emulsifier adalah  emulsi minyak dalam air  cara membuat minyak kelapa  santan kelapa  formulasi emulsi  stabilitas emulsi  emulsi lemak  mentega  jenis emulsifier  evaluasi sediaan emulsi  limbah cair  komposisi aspal hotmix  emulsi cair  silicon emulsi  cat emulsi  emulsi air dalam minyak  aspal bitumen  pengemulsi lesitin kedelai  emulsi

Apotekers.com Surfaktan atau disebut juga zat aktif permukaan merupakan molekul dan ion yang diadsorpsi pada antarmuka dimana pada konsentrasi kecil akan berkumpul dan memekat pada permukaan larutan sehingga memperkecil energi sehingga menurunkan tegangangan permukaan.


Berdasarkan strukturnya surfaktan bisa digambarkan sebagai molekul yang terdiri dari bagian hidrofilik (oleofobik) dan hidrofobik (oleofilik), karena itu gugus senyawa ini seringkali disebut amfibik yakni menyukai air dan minyak.

Pada antar muka air dan minyak, gugus hidrofil dari surfaktan berada di fase air dan gugus hidrofobnya berada di fase minyak . Keseimbangan antara kekuatan hidrofil dan lipofil molekul-molekul surfaktan tersebut dikenal dengan nilai HLB (Hydrofil Lipofil Balance). Dimana makin tinggi nilai HLB suatu surfaktan, maka semakin hidrofil sifatnya.

Surfaktan diklasifikasikan berdasarkan struktur kimianya sesuai dengan gugus polar dan gugus non polar yang dimilikinya. Surfaktan dapat diklasifikasikan atas 4 golongan yaitu :

a. Surfaktan anionik
Surfaktan anionik adalah golongan surfaktan, dimana gugus polar dan non polar berikatan langsung membentuk suatu molekul dengan bagian aktif bermuatan negatif. Contoh yang digunakan dalam farmasi : natrium lauril sulfat, natrium asetat, dioktil natrium sulfoksinat, natrium dodekil benzen sulfonat.

b. Surfaktan Non-Ionik
Surfaktan ini bersifat netral, dalam air tidak mengalami ionisasi dan tidak bermuatan. Oleh karena itu stabil dalam suasana asam maupun basa. Contoh :

  • Sorbiton monolaurat, sorbiton monopalmitat, sorbiton monostearat, sorbiton monooleat (span20, 40, 60, 80)
  • Polioksietilen sorbiton monolaurat, polioksietilen sorbiton monopalmitat, polioksietilen sorbiton monostearat, polioksietilen sorbiton monooleat (Tween 20,40,60,80)

c. Surfaktan Kationik
Surfaktan kationik adalah golongan surfaktan dimana gugus polar dan non polar berikatan langsung membentuk suatu molekul dengan bagian aktif bermuatan positif. Contoh yang digunakan dalam bidang farmasi : benzil klorida, setil trimetil ammonium bromide, setil piridinium klorida.

d. Surfaktan amfoterik
Surfakatan amfoterik adalah golongan surfaktan dimana gugus polar dan non polar berikatan langsung membentuk suatu molekul dengan bagian aktif bermuatan positif atau negatif. Surfaktan amfoterik dapat bermuatan positif atau negatif atau netral tergantung pH larutannya. Pada pH yang rendah akan bersifat sebagai kation dan pH yang tinggi bersifat sebagai anion, dan dalam suasana netral surfaktan ini akan memperlihatkan sifat nonionik. Contoh : N- lauril ammonium propionate, sulfobetain.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon